Belajar Repair Motherboard 7

Diposting pada

BELAJAR REPAIR MOTHERBOARD 7

Untuk menurunkan tegangan yang paling sederhana adalah menggunakan linear regulator seperti misalnya 7805.
Tetapi linear regulator ini tidak efisien, menghasilkan banyak panas yang terbuang dan arus tidak bisa besar.
Dc-dc stepdown converter atau nama lainnya “buck converter” merupakan solusi “regulator penurun tegangan” dan “memperbesar arus output” yang digunakan pada motherboard karena lebih efisien.
Digunakan untuk mensuply CPU (ic chip), ic memori seperti eeprom, DDram dan USB. Tegangan keluaran umumnya adalah seperti : 5v, 3.3v, 2.5v, 1.8v, dan 1.2v. Ini adalah merupakan sirkit semacam SMPS.
SMPS yang digunakan pada power suply adalah juga merupakan regulator penurun tegangan DC, yang dikatakan “isolated”, karena ground input terpisah tidak nyambung dengan ground output.
Sedang buck converter pada motherboard dikatakan “non isolated”, karena ground input nyambung dengan ground output.
Prinsip dasar sebuah buck converter dapat dijelaskan secara sederhana seperti sebagai berikut.
transistor switching

Gambar-1 Terdiri dari :

  • Sebuah transistor switching.
  • Sebuah inductor “L”
  • Sebuah diode “D”
  • Dan sebuah kapasitor filter “D”

Misal tegangan input adalah 12v dan tegangan output adalah 5v

Gambar-2. Misal tegangan input adalah 12v dan tegangan output adalah 5v.

  • Awalnya “C” dalam keadaan kosong, dan tentunya load tidak ada tegangan.
  • Jika switch pada posisi “on”, maka arus akan mengalir arus “Iout” dari 12v dan mengisi “C” sehingga tegangan akan naik dari nol.
  • Saat muatan “C” sudah mencapai 5v, maka error amplifier akan member perintah agar switch kembali “off”

Pada saat switch off, maka inductor “L” akan mengeluarkan tegangan “induksi diri”

Gambar-3. Pada saat switch off, maka inductor “L” akan mengeluarkan tegangan “induksi diri”.

  • Tegangan ini akan disearahkan oleh diode “D”.
  • Maka akan mengalir arus “Iout” yang berasal dari “Idiode”

Demikian akan berulang switch bekerja “on-off”. Frekwensi on-off ada yang hanya sekitar50Khz, akan tetapi ada pula yang tinggi sehingga 1.5Mhz.
Jadi dapat dikatakan “Iout” adalah merupakan arus yang berasal dari 12v dan dari “Idiode” yang bekerja secara gantian. “C” digunakan untuk menghilangkan ripple dari “Iout”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *