Jenis Modulasi

Diposting pada

Jenis Modulasi Heising

Keterangan bekerjanya Jenis Modulasi Heising V1dan V3 misalnya lampu alat pengeras suara dengan V1 sebagai lampu penguat akhir.

Diketahui bahwa bagian lampu penguat akhir pada platenya terjadi getaran suarayang kuat sekali. Getaran suara ini sampai di AFC (spul buat getaran rendah) dihalangidan selain itujuga tidak mengalir melalui AFCmelainkan mengambil jalan ke jurusan L, menembus spul L ini dan bertemu dengan RF yang sedang mengalir ke antenna pemancar, melalui C3.

Getaran suara ini terbawa oleh RF dan seterusnya bersama-sama dengan RF, untuk kemudian dalam pesawat penerima radio terpisah lagi menjadi getaran suara.

RF yang lazimnya membawa getaran suara itu disebut carrier, artinya pembawa. Yang menjadi peranan penting dalam pemancar telefoni ialah alat pengeras suara dan pesawat pemancar radio.

Tentang AFC

AFC merupakan output trafo biasa yang mana bagian sekundernya tidak digunakan / dipakai.

Dengan demikian pada setiap alat pengeras suara mudah dirubah menjadi pemancar telefoni dengan ditambah 1 buah lampu oscilator dengan peralatannya.Lampu V1 dan V2 sebaiknya bertipe sama, misalnya 6V6 dengan 6V6; 6L6 dengan 6L6.

Jenis Modulasi Heising

Mengenai modulator / versterkerkiranya tak usah diterangkan lagi. Halnya itu telah dianggap mengetahui semuanya.

Tentang Kekuatan Pancaran dan Modulasi

Adapun kekuatan pancaran dan modulasi tergantung dari:

  1. Besar kecilnya V1 dan V2,
  2. Besarnya tegangan P.S.A.
  3. Tepat tidaknya ukuran antenna dengan frekuensi yang sedang digunakan.

Maksimum besarnya tegangan P.S.A. dibatasi oleh tipe lampu V1 dan V2.

  • Buat 6L6 maksimum 350 Volt DC
  • Buat 6V6 maksimum 300 Volt DC
  • Buat 6146 maksimum 500 Volt DC
  • Buat 807 maksimum 600 Volt DC

mA meter dipasang antara L dan AFC dibagian plate.

Jenis Modulasi Back to Back

Dalam jenis modulasi back to back digunakan dua buah output trafo :

  • Satu step down trafo sebagai output trafo dari bagian modulator,
  • Satu step up trafo dibagian pemancar.

Syarat-syarat:

  1. Output trafo T1  harus mencukupi syarat-syarat bagi lampu penguat akhirbagian modulation V1 mengenai impedansi gulungan primernya.
  2. Bagian sekunder T1 harus sama dengan sekunder T2.
  3. Bagian primer T2 harus berimpedansi yang sesuai dengan lampu pemancar waktu bekerja.

Bila syarat-syarat itu dapat dipenuhi, kwalitas suara akan diperoleh dengan baik.

Jenis Modulasi Back to Back

Perhitungan-perhitungan yang selengkapnya mengenai modulasi back to back akan diurai pada artikel berikutnya.

Modulasi back to back memberikan keuntungan dan kerugiannya harus dipergunakan dua buah output trafo. Keuntungan lain bahwa tegangan (voltage) dari bagian modulator dapat berbeda dengan tegangan untuk bagian pesawat pemancar radio.

Dan sebagai modulator bisa dipakai alat pengeras suara apa saja asalkan bagian sekunder outputnya berimpedansi rendah yang sesuai dengan lilitan sekunder T2.

Ditulis kembali dari buku Petunjuk-petunjuk Praktis Bagi Amatir Radio (Petunjuk-petunjuk Dalam Pembuatan Pesawat Pemancar Radio Amatir) Karya : Thony Anwar Tahun 1960.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *