Perbaikan Pesawat Pemancar Untuk Menentukan Daya Pemancar Yang Lebih Besar

Diposting pada

Langkah Perbaikan Pesawat Pemancar

Perbaikan Pesawat Pemancar ~ Setelah membuat satu diantara kedua jenis pemancar tersebut, maka akan timbul suatu kenyataan bahwa daya pancarnya tidak begitu besar kalau dibandingkan dengan pemancar rekan-rekan yang bisa diterima dengan kuat pada jarak-jarak yang sangat jauh.

Ini disebabkan karena pesawat-pesawat pemancar radio menurut skema-skema yang diberikan itu belum diberi alat-alat perbaikan. Perbaikan-perbaikan itu sudah tentu membawa tambahan dan perubahan alat-alat dan pula membawa tambahan pekerjaan, baik pada waktu penyusunan maupun pada waktu mengerjakannya.

Kami yakin bahwa tambahan itu tidak akan menjadi soal, asalkan hasil karya ini memuaskan. Itulah pendirian setiap amatir eksperimen, tidak tinggal diam sebelum pesawat pemancar radionya bekerja dengan baik dan sempurna.

Perbaikan Pesawat Pemancar

Resonansi Dalam Pemancar Radio

Dalam teknik radio Anda masih mengetahu istilah resonansi. Resonansi ini banyak digunakan dalam ilmu pesawat pemancar radio. Dengan resonansi ini kekuatan RF dari bagian oscilator dapat diperbesar.

Kekuatan RF tidak dapat diperbesar tanpa alat-alat resonansi. Anda masih ingat bahwa RF hasil oscilator itu keluar dari lampu yang bekerja sebagai bagian oscilator dibagian plate (anoda). Dalam skema Anda lihat ada RFC, yang mana rangkaian ini tidak sempurna, yang mana tujuannya untuk menahan RF, agar tidak menuju ke bagian P.S.A. melainkan harus melalui C, kemudian ke Antena, lalu ke udara.

Daya penghalang RFC ini tidak begitu sempurna dan tidak dapat merubah daya penghalangnya itu. Untuk menyempurnakan penghalang RF, maka RFC itu diganti dengan spul dan sebuah variable condensator yang dipasang parallel dengan spul.

Terlihat adanya RFC antara B+ dan plate (anoda) dari lampu oscilator. Terdapat atau terlihat L2 dan C2 dilalui arus(aliran) dan tegangan tinggi dari B+, sedangkan dari C2 hanya bagian statornya yang bertegangan tinggi.

Bagian rotornya seperti biasa dihubungkan ke chasis, C3 bekerja sebagai capasitor bypass bagian plate dan sebagai penghubung rotor dengan spul bagian bawah.

Kalau sekarang banyaknya spul L2 disamakan dengan L1 dan C2 juga disamakan dengan C1, maka akan terjadilah suatu resonansi antara L1 – C1 dan L2 – C2 (penyesuaian resonansi).

Pada saat resonansi inilah daya penghalang dari L2 akan begitu besar hingga praktis boleh dikatakan bahwa seluruh RF dibagian plate akan menyalurkan ke kapasitor menuju antenna pemancar, dan ini berarti pancaran RF dari lampu ke antenna akan lebih kuat, asalkan ukuran antenna sesuai dengan frekuensi yang dipancarkan.

Selain dari spul dan variable condensator harus pula dipasang meteran mA (milli Ampere) antara B1 dan Spul, dengan batas ukur sebesar 100 mA.

Kegunaan Meteran Dalam Pemancar Radio

Apakah kegunaan meteran itu, hal ini akan dijelaskan pada halaman lainnya. Syarat-syarat bagi spul dan kapasitor adalah sebagai berikut:

  1. Diameter koker (tabung) spul L2 harus lebih besardari koker spul L1.
  2. Spul L2 ditempatkan disebelah atas chasis dan janganlah menghadap ke kapasitor C2, tetapi harus berdampingan dengan kapasitor C2. Dan lagi pula harus berada disebelah atas chasis dan disekerup pada chasis dengan kuat.
  3. L2 dapat pula berdiri diatas chasis dengan bagian platenya sebelah atas dan bagian B+ nya sebelah bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *