Arti dan Wujud Pesawat Pemancar Radio

Diposting pada

Pesawat Pemancar Radio

Dalam arti yang praktis, Pesawat Pemancar Radio itu tidak jauh berbeda dari apa yang disebut oscillator, yang Anda telah kenaldalam ilmu teknik radio.

Oscilator adalah pembangkit getaran listrik atau getaran listrik atau getaran megnetik, sedangkan yang dibangkitkan olehnya dapat berupa getaran rendah dan ada pula yang berupa getaran tinggi.

Pada oscillator dari pesawat pemancar radio pada umumnya membangkitkan getaran frekuensi tinggi yang disebut RF (Radio Frequency). Pesawat oscillator mengeluarkan getaran listrik atau getaran magnetic ini ke udara,maka dapat dikatakan oscillator itu memancar, sedang getaran yang dipancarkan ke udara itu disebut pencaran.

Pesawat Pemancar Radio

Penggunaan Pesawat Pemancar Radio

Dalam arti sehari-hari (terutama bagi amatir pemula) pancaran itu digunakan untuk keperluan-keperluan yang berikut dibawah ini:

1.Hubungan dalam telegrafi radio,

2. Hubungan dalam telefoni radio.

Dalam hubungan telegrafi radio sedikitnya harus tersedia pesawat-pesawat yang berikut ini:

1. Satu buah pesawat pemancar radio,

2. Satu buah pesawat penerima radio.

Dalam hubungan telefoni radio diperlukan sedikitdikitnya pesawat-pesawat yang berikut ini:

1. Satu buah pesawat pemancar radio,

2. Satu buah penerima radio,

3. Satu buah alat pengeras suara.

Baiklah, dimulai saja dengan mengenal pesawat pemancar radionya.

Dalam pembuatan pesawat penerima radio Anda mengenal suatu bagian apa yang disebut oscillator / mixer dengan tipe lampu jenis 6SA7 atau jenis 6BE6 dan biasanya skema bagian oscilatornya digambarkan disebelah kanan atau disebelah bawah dari lampu.

Sedang dalam skema pesawat pemancar radio bagian oscilatornya ini selalu digambar disebelah kiri dari lampu mixer / oscilator. Untukjelasnya perhatikan gambar skema.

Skema Pesawat Pemancar Radio 3,5 mc/s

Komponen-komponen

Perlu diketahui dan supaya dipelajari /dihafalkan diluar kepala nama-nama dari tiap-tiap alat (onderdil yang dipakai sebagai perlengkapan), yaitu:

  • L =Sebuah spulyang terdapatpada bagian grid, dan disebut juga grid coil.
  • C1 = Frekuensi tuning kapasitor variabelyang bersama dengan L berguna untuk menentukan besarnya frekuensi pesawat pemancar radio yang bersangkutan.
  • C3 = Kapasitor bypass bagian anoda(kondensator simpang),
  • C4 = Kapasitor bypass bagian screen grid, C3 dan C4, keduaduanya berguna untuk menyimpan RF kembali menuju katoda.
  • R1 = Resistro grid disebut juga grid leak.
  • R2 = Screen droping resistan yang menetapkan potensial(voltage)pada bagian screen.
  • RFC =Radio Frequency Chokeberguna sebagaialat penghalangRFyang harus dipancarkan.
  • C5 = Kapasitor kopple plate (Kondensator penghubung), berguna untuk menyalurkan RF keluar.

Dengan perlengkapan dan rangkaian tersebut diatas maka Anda telah mempunyai sebuah pesawat pemancar radio dengan tipe Hartley. Dan bila telah diberikan potensial listrik (tegangan listrik) yang seperlunya, pasti dapat memancarkan RF.

Adapun nilai-nilai (syarat-syarat) dari alat-alatnya adalah sebagai berikut ini:

  • C1 =100 pF (Variable Condensator= Varco)
  • C2 = 100 pF Kondensator Mika
  • C3 = 1000 pF Kondensator Mika
  • C4 = 1000 pF Kondensator Mika
  • C5 = 100 pF Kondensator Mika
  • R1 = 47 Kilo Ohm / 1 Watt
  • R2 = R5 = 40 Kilo Ohm / 2 Watt
  • RFC = 2,5 millihenry

Seandainya diharapkan tenaga pancaran yang cukup kuat, maka lampu yang harus dipakai adalah sebaiknya memakai lampu penguat akhir (end tube) dari pesawat penerima radio atau alat pengeras suara misalnya tipe: 6V6, 6V6, 6L6, EL.34, EL 84, dan lain sebagainya. Dengan memakai tegangan plate (potensial anoda = Va) sebesar 250 Volt DC- 300Volt DC.

Menentukan Jumlah Lilitan dari Spul

Spul (L) untuk frekuensi amatir ditetapkan 3,5 Mc/s

  • Penampang Koker spul = 2 cm
  • Banyaknya lilitan antara A dan C = 32 lilitan
  • Banyaknya lilitan antara B dan C = 8 lilitan
  • Tebal kawat (kawat email) – 0,5 mm.

Syarat-syarat Pemasangan Alat-alat

  1. Spul 1 dipasang disebelah chasis dan harus berdekatan dengan kaki grid dari lampu dan usahakanlah sambungan kawat yang serendah mungkin. Pemasangan spul harus diberi standar, supaya kedudukan spul tidak bergoyang.
  2. Variable Capasitor(Kondensator Variable)C1 dapat dipasang disebelahbawah chasis atau diatas chasis menurut besar kecilnya variable capasitornya.
  3. Kawat penghubung RFC dengan kaki coket dari plate (anoda) jangan sekali-kali melewatibagian-bagian alat-alat dari grid.
  4. Kapasitor Koppel plate C5 harus berada dibagian luar chasis dan memakai standar ebonite atau hardboard. Kawat penghubung ke plate (anoda) lampu harus melalui lubang yang agak besar dichasis, dengan tujuan agar tidakterjadi RF nya banyak diserap oleh chasis.

Selanjutnya: Cara Kerja Pesawat Pemancar Radio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *