Modulasi

Diposting pada

Setelah membuat sebuah pemancar yang agak sempurna karena penggunaan alat-alat perbaikan, yang merupakan cara utama, marilah kita lanjutkan dengan berbagai jenis Modulasi.

Agar dapat memilih jenisnya apakah yang dikehendaki berdasarkan kemampuan ekonomi dalam berdikari membuat sebuah pemancar radio yang berguna untuk komunikasi dengan rekan-rekan anggota amatir yang sangat popular pada masa ini.

Dalam artikel sebelumnya, telah kita kenal dengan sebuah sistem modulasi, yaitu yang menyalurkan getaran suara ke bagian plate oscilator. Sistem semacam ini disebut jenis plate.

Apabila penyaluran getaran suara itu dilakukan ke bagian screen grid (kasa lindung),maka sistem ini dinamakan screen.

Adapula suatu sistem dimana getaran suara tidak hanya disalurkanke plate (anoda) saja atau ke screen grid (kasa lindung) saja, melainkan disalurkan ke kedua bagian tersebut itu.

Sistem semacam inilah yang lazim dipakai karena banyak mengurangi kesulitan-kesulitan dalam pengaturan.

Di bawah ini adalah gambar rangkaian modulasi plate dan screen.

Modulasi Plate dan Screen

Sistem Plate dan Screengrid dengan cara Modulasi Heising

Dalam penggunaan sistem ini harap diperhatikan baik-baik akan nilai alat-alat nya dan rangkaiannya. Pada screen grid hanya terlihat sebuah tahanan R saja yang berlainan dengan uraian pada alat-alat perbaikan stabilitas.

RFC bagian plate telah kita kenal, perhatikan pada gambar. Alat ini harus tetap dipasang. Kapasitor C1 dan C4 harus mempunyai nilai paling tinggi 2000 pF, agar jangan berubah nada suara modulasi.

mA meter yang dipasang disalurkan plate (anoda) harus diparalelkan dengan sebuah kapasitor tetap, antara 1 hingga 4 uF agar menyalurkan getaran suara tidak terhambat oleh meteran itu.

Modulai memakai Trafo Sebuah

Dalam jenis Heising, harus menggunakan sebuah AFC (Audio Frequency Choke) sebanyak sebuah. Untuk jenis back to back harus tersedia 2 buah output trafo.

Sebuah sistem modulasi yang menghasilkan pancaran yang kuat dan baik ialah apa yang disebut modulasi trafo. Sebagaialat penyambung antara modulator dan pesawat pemancar radio dalam jenis trafo adalah sebuah trafo sejenis trafo output yang hanya berbeda pada nilai impedansi gulungan sekundernya.

Output trafo yang biasa mempunyai gulungan sekundernya dengan impedansi biasanya rendah, sedangkan pada gulungan primernya mempunyai impedansi yang tinggi. Mode trafo memiliki dua buah gulungan yang mempunyai impedansi hampir sama tingginya.

Bila diukur nilai tahanan dari kedua gulungan itu dengan memakai Ohmeter, akan menunjukkan jarumnya akan hampir sama, tidak akan seperti pengukuran pada output trafo pada bagian primer dan sekunder.

Dibawah adalah rangkaian dari pesawat pemancar radio yang memakai modulator trafo.

Modulasi Trafo

Syarat-syarat Modulasi Trafo

Modulator trafo harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Impedansi gulungan primer (Pr0 harus sesuai dengan lampu akhir modulator (end tube modulator), misalnya = 6V6 pada 250 volt; impedansi = 5 KiloOhm; Untuk EL84 pada 250 volt, besarnya impedansi harus 7 KiloOhm.
  • Impedansi gulungan sekunder (Sek) harus sesuai dengan lampupemancar. Sebagai contoh: untuk lampu dengan tipe 807 pada voltage plate (tegangan anoda) sebesar 300 volt dan arus plate (Ia) sebesar75 mA, impedansinya harus: R = E/I = 300/0,075 = 4 KiloOhm, kalau screen grid tidak diikutsertakan didalamnya.

Jelas bahwa voltage plate (tegangan anoda = Va) bagi pemancar tidak dibatasi oleh lampu modulator, seperti halnya dalam Heising. Voltage bisaberlainan lampupun bisa, umpanya saja lampu modulator dipakai 6L6 dengan voltage 350 volt, lampu pemancar 807 dengan voltage 500 volt.

Modulator Screen dengan Menggunakan Trafo Modulator

Getaran suara dari modulator bisa juga dicampurkan dengan RF pemancar melalui screen grid dengan memakai modulasi trafo. Rangkaian skemanya seperti dibawah ini:

mengenai sistem modulasi ini jarang digunakan, kecuali dalam keadaan terpaksa, misalnya untuk menghemat dalam pembuatan modulator, tetapi sebaliknya memperkecil daya pancarnya dan pula banyak factor yang tidak mudah diatasi oleh para amatir pemula.

Selain jenis modulasi tersebut diatas, ada pula yang dinamakan:

  • Modulasi Katoda
  • Modulasi Kasa Kemudi (Modulasi Grid)
Modulasi Screen dengan Menggunakan Trafo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *