Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807

Diposting pada

Setelah pembahasan artikel sebelumnya tentang penguat RF secara garis besar. Kali ini Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807.

Skema Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807

Keterangan gambar dibawah

  • C1 = VFO tuning kapasitor 100 pF (variable)
  • C2 = Grid oscilator kapasitor 100 pF (mika)
  • C3 = Oscilator screen bypass kapasitor 5000 pF (mika)
  • C4 = Oscilator plate bypass kapasitor 5000 pF (mika)
  • C5 = Oscilator katoda bypass kapasitor 0,01 uF/600 VDC (kertas)
  • C6 = Kopel kapasitor 100 – 150 pF (mika)
  • C7 = Screen final bypass kapasitor 2000 pF (mika)
  • C8 = Resonansi kapasitor 100 pF (variable panjang)
  • C9 = Plate bypass kapasitor 2000 pF (mika)
  • C10 = Antena loading kapasitor 150 pF (variable)
  • R1 = Oscilator gridleak 47 Kiloohm / 1 watt
  • R2 = Oscilator screen bleeder resistor 100Kiloohm / 1 watt
  • R3 = Oscilator screen dropping resistor 25 Kiloohm / 2 watt
  • R4 = Final gridleak resistor 47 Kiloohm / 1 watt
  • R5 = Resistor anti oscilasi 40 – 50 Ohm / 1 watt
  • R6 = Screen dropping resistor 20 Kiloohm / 2 watt
  • L1 = Diameter 2 cm, jumlah lilitan 32 gulungan. Antara B dan C jumlah lilitannya 8 gulungan. Tebalkawat diameter 0,5mm. Lilitan kawat adalah padat.
  • L2 = Diameter 5 cm, jumlah lilitan 24 gulungan. Keadaan gulungan renggang. Tebal kawat diameter 1 mm
  • RFC 1 dan RFC 2 = Chokeparasitik suppressor.
  • TM = Modulasi trafo dapat juga diganti dengan primer trafo output untuk modulasi Heising.
Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807

Cara Pengerjaannya

1. Lepaskan sambungan B+ yang menuju plate dan screen grid dari lampu 807

2. Nyalakan PSA nya sampai oscilator 6L6 bekerja dapat terlihat pada gerakan jarum mA meter, M1. Lihat baik-baik berapa mA penunjukkan pada meteran tersebut.

3. Apabila menunjukkan kurang dari 4 mA maka:

– R7 dikurangi nilainya sampai M1 menunjukkan 4 atau 4,5 mA atau

– Kurangi nilai R3 sampai M1 menunjuk 4 – 4,5 mA.

Bilamana penunjukkan mA meter M1 lebih dari 5 mA, haruslah dilakukan sebaliknya dari yang telah diuraikan diatas. Setelah mA meter bM1 menunjuk tepat pada 4,5 mA ini berarti lampu 6L6 memberikan cukup tenaga pada lampu 807.

Barulah lampu 807 diberi tegangan (voltage) + pada bagian plate dan screennya, sambil antenna pemancar dipasang. Kemudiancepat-cepat C8 diputar untuk meresonansikan C8 – L2 dengan frekuensi yang dihasilkan oleh C1 – L1 dan lihat kedudukan jarum dari mA meter.

Walaupun pesawat pemancar radio ini memakai VFO Hartley, stabilitas frekuensinya boleh dikatakan cukup. Berkat dipasangnya screen grid bleeder pada bagian oscilatornya yang merupakan sebuah resistor.

mA Meter M1 jangan diabaikan,karena bila terjadi kekurangan tenaga dari bagian oscilator yang dimasukkan ke grid 807, apa yang dinamakan excitasi. Maka akan terjadilah hal yang menyulitkan, misalnya suara menjadi cacat atau mA menjadi lemah, daya pancarnyapun akan turut menjadi lemah juga.

Fieldsstrength Meter

Alat ini terdiri dari sebuah meteran dari 500mikroampere, dipasang pada sebuah Kristal dioda dan kurang lebih kawat yang dibungkus sebagai antenanya. Pemasangan Kristal dioda pada meteran itu dipasang dibagian belakan dari antenna.

A dan B sekrup penyambung pada meteran. C adalah Kristal dioda dengan tanda jurusan penyambung dengan meteran, tanda mana selalu terdapat pada setiap Kristal dioda.

Pada salah satu dari kedua sekerup dijepit kawat montage sepanjang kurang lebih 20 cm, yang terbungkus terussampai ujungnya.

Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807 Fieldsstrength Meter

Kemudian kawat antenna dari meteran ini didekatkan pada kawat antenna pemancar. Setiap kali pesawat pemancar radio bekerja, maka jarumdari meteran selalu mengadakan gerakan.

Lebih kuat daya pancarnya, maka akan lebih jauh bergeraknya. Dengan demikian meteran itu bisa dipakai alat peneliti daya pancar.

Perhatian: Meteran fieldsstrength ini hanya bisa dipakai kalau antenna pemancar mempunyai panjang gelombang ½ gelombang (1/2 lamda).

Cara penempatan fieldsstrength meter, jarak antara antenna fieldsstrength meter dengan pesawatpemancar radio harus diatur sedemikian rupa jangan sampai jarum meteran menunjuk sampai batas yang minimum dekat pada tengah-tengah skala meteran untuk menjaga jangan sampai meteran menjadi rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *