Penguat RF

Diposting pada

Penguat RF seperti dalam hal alat pengeras suara, getaran suara yang lemah dapat diperkuat dengan tambahan lampu-lampu penguat, begitu pula RF yang dibangkitkan dari sebuah oscilator dapat diperkuat terlebih dahulu sebelum dipancarkan ke udara.

Dalam alat pengeras suara diketahui harus adanya alat penghubung atau alat penyambung antara 2 tingkat penguat. Dalam penguat RF pun alat penyambung itu harus ada hanya dengan perbedaan jaraknya dan syarat-syarat nya. Alat penghubung atau penyambung itu lazimnya disebut kopling.

Skema Penguat RF

Pada setiap skema oscilator terdapat atau tercantum sebuah kapasitor dibagian plate (anoda) yang dihubungkan kepada kawat antenna pemancar radio. Kapasitor itu sekarang dihubungkan dengan grid (kasa) lampu tambahan menurut skema dibawah.

Penguat RF

Keterangan gambar:

  • L1 =
  • C1 = pF (variable)
  • C2 = pF (mika)
  • C3 = 0,002 uF (mika)
  • C4 = 0,002 uF (mika)
  • C5 = 100 pF (mika)
  • C6 = 0,002 (mika)
  • C7 = 0,002 (mika)
  • C8 = 100 pF (variable)
  • C9 = 100 pF (variable)
  • R1 = 47 KiloOhm 1 W
  • R2 = 22 KiloOhm 1W
  • R3 = 15 KiloOhm 2W
  • R4 = 47 KiloOhm 1W
  • R5 = 100 KiloOhm 1W
  • R6 = 100 KiloOhm 1W
  • R7 = 15 KiloOhm 2W
  • L2 untuk 3,5 Mc/s, diameter koker 11/2 Inch, lilitan padat dengan kawat berdiameter (tebal kawat) 0,9 mm
  • RFC (Radio Frequency Choke) = 2,5 mH
  • Tr = Modulasi trafo
  • M = mA meter dengan batas ukur maksimum 100 mA
  • V1 dan V2 = lampu 6V6

Syarat-syarat Pemasangan Alat-alat

Dalam pesawat ini sebagai alat perbaikan stabilitas frekuensi digunakan tahanan-tahanan bleeder pada masing-masing screen gridnya. Di bagian plate (anoda) dari lampu yang bekerja sebagai oscilator dipasang RFC dan C5 sebagai kopling ke lampu penguat.

L1 harus dipasang dibawah chasis, sedangkan L2 harus ditempatkan di atas chasis parallel dengan C9. Kapasitor C8 harus sejauh mungkin dari chasis. mA meter M diberi tempat disebelah depan dari chasis biarkawat yang kesambung modulasi trafo Tr ke spul L2 agak panjang.

Sambungan kapasitor C5 kepada kedua lampu harus dibuat sependek mungkin, artinya kaki grid V2 harus berhadapan dengan kaki plate lampu V1. Dengan sendirinya plate lampu V2 nanti bebas bersambungnya dengan spul L2 dan variable kapasitor C9 tidak akan mendekati kawat mengawat dari kapasitor C5.

Modulasi trafo harus berjauhan sekali dengan C8. Mengenai sistem modulasi dapat dipilih pada artikel sebelumnya.

Cara Kerja

Tetapkan dahulu C1 pada kedudukan ½ masuk dan C9 pada minimum. Modulator padamkan. Antena hubungkan dengan C8. Jalankan PSA nya kemudian tunggu sampai mA terlihat naik.

Segera putar C9 sampai bergerak mundue. Carikan pemunduran mA yang terbesar dengan memutar C9 tadi. Pada titik pemunduran mA ini L2 – L9 beresonansi dengan L1 – C1.

Sekarang carilah pada pesawat penerima radio pada daerah gelombang mana dan gelombang berapakah yang keluar, dengan cara yang telah diterangkan pada artikel sebelumnya.

Apabila telah diketahui gelombangnya pada kedudukan C1, ½ masuk maka tidak sulit untuk merubah frekuensi pemancar sampai frekuensi yang dimaksud tinggal putarkan C1 saja dan dengan C9 dicarikan resonansinya (pemunduran mA yang terbesar).

Pada penyetelan yang tepat, mA meter akan menunjukkan arus diantara 60 – 70 mA. Bila kurang ini berarti bahwa antenna ukurannya kurang sesuai dengan frekuensi yang sedang dipakai.

Kapasitor C8 yang akan membantu menyesuaikan antenna kalau kekurangan ukuran antara tidak akan begitu banyak. Untuk frekuensi 3,5 Mc/s, panjang antenanya 40,7 meter terhitung dari kapasitor C8 sampai keujung antenna atas.

Setelah keseluruhan penyetelan pesawat pemancar radio diselesaikan dengan baik dan teliti, maka modulatornya (alat pengeras suara) dinyalakan dan mulailah mencari hubungan dengan rekan amatir guna meminta laporan-laporan hasil pembuatan pesawat pemancar radio yang telah dilakukan.

Jika segala petunjuk-petunjuk diatas dilakukan dengan tepat, pasti akan puas dengan adanya kekurangan-kekurangan dari pesawat pemancar radio yang telah dibuat. Kwalitas suara yang akan terdengar oleh si penerima tentunya tergantung dari baik buruknya pesawat modulatornya beserta mikropon yang digunakan.

Dengan dua tingkat pemancar serupa ini, jarak akan lebih jauh dan lebih kuat daripada kalau hanya memakai satu tingkat oscilator saja.

Selanjutnya

  • Penguat RF Dengan Memakai Lampu 807
  • Pemancar VFO 2 Tingkat Dengan Pemakaian Lampu 6AG7 Sebagai Oscilator dan Lampu 6146 Sebagai Penguat RF
  • Pesawat Pemancar Radio Memakai Kristal Dalam 2 Tingkat
  • Pesawat Pemancar Radio 2 Tingkat Dengan Penguat RF 807 Dalam Rangkaian Paralel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *